BUKAN LAUT TAPI SEBENARNYA NAMAMU ANGIN DIHATIKU
I LOVE YOU ANGIN
I LOVE YOU ANGIN
Hari ini tanggal 29 Januari 2014.
Kenalkan sebelumnya, sebut saja aku batu ditepian tanah kering terkadang juga lembab. Sebenarnya aku sudah lama menaruh rasa kepada angin, mungkin bisa dibilang aku menyukaimu angin bahkan tak bisa move on untuk menggantikan angin dari batu. Aku sadar sejak kita sekelas kamu sangat mengasikan angin tapi aku malu angin bagaimana gak? aku kan cewek. Ya, saat kita rolling kelas sayangnya gak sekelas kami terpisahkan sangat jauhhh... antara langit dan dibawah tanah lagi. Beruntunglah walaupun kita beda kelas, Tuhan masih memberi aku kesempatan buat deketin dan bersama kamu. Sekarang kita berteman dekat ya... benar dekat dan sangat dekat sampai mengenalkan orangtua masing-masing. seiringnya perjalannya bumi angin juga lama-lama semakin sedikit, saat batu mulai lunglai hujan turun dan teriknya mentari, oh banyak cobaan yang batu terima, untung saja batu tetap tegar dan berdoa agar tetap bisa merasakan hembusan angin. Hem.... ya masalah dan demi masalah sedikit-sedikit teratasi. Untung saja angin tak mengerti arti dibawah sini angin, hanya mengelilingi tempat dimana memang menjadi tempatnya. Saat angin bingung batu membantu memang agak tidak masuk akal batu membantu angin, tapi batu tetap menyakikan angin bahwa aku bisa. bayangkan 1 tahun berusaha bersama angin terus, batu tetap tegar terkadang batu berfikir dimanfaatkan, aahh.... sudahlah disisi lain tuhan akan membalasnya.
